Beranda Mediaku Peduli Penyakit Lupus Menyerang Wanita, Membahayakan Tapi Dapat Disembuhkan

Penyakit Lupus Menyerang Wanita, Membahayakan Tapi Dapat Disembuhkan

14
0

BANDARLAMPUNG — Mulai dari deteksi awal penyakit Lupus, olahraga yang menyehatkan untuk Orang Dengan Lupus (Odapus) sampai ke kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan Lupus dikupas dalam Seminar dan Diskusi Deteksi Dini Lupus.

Acara ini diselenggarakan Komunitas Odapus Lampung (KOL) bersama KADIN Lampung Peduli di Graha Bintang Malahayati Bandar Lampung pada Sabtu (31/8).

Acara ini sekaligus merupakan bagian dari Dies Natalis Universitas Malahayati ke-26.

Hadir Prof. Zubairi Djoerban, dokter spesialis penyakit dalam yang merupakan pakar Lupus, Tiara Savitri pendiri Yayasan Lupus Indonesia (YLI), Muhammad Fakhriza Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung dan Lusi Darmayanti Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Diskusi dimoderatori oleh Atika Mutiara, seorang survivor Lupus Lampung selama 14 tahun yang kini telah mendapatkan masa remisi (masa dimana Lupus sedang tidur dan Odapus dapat beraktivitas normal).

Prof. Zubairi Djoerban menyampaikan hasil konferensi Lupus Internasional 2019 di San Fransisco bahwa harapan hidup untuk Odapus saat ini semakin meningkat, bahkan dunia kesehatan semakin mengembangkan obat-obatan untuk Lupus.

Bahkan Odapus yang dialami oleh sebagian besar wanita ini pun masih relatif aman untuk kehamilan selama terpantau dengan baik. penyakit ininjuga bukan penyakit menular dan menurun.

Senada dengan hal tersebut, Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Lusi Darmayanti pun sepakat bahwa meski kondisi Lupus ada yang sangat membahayakan, namun penyakit ini bisa disembuhkan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Muhammad Fahriza, menegaskan bahwa pada prinsipnya segala pemeriksaan dan obat-obatan apapun bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama dilakukan sesuai prosedur rujukan berjenjang.

Hanya ia juga meminta peran serta pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan fasilitas pelayanan maupun obat-obatan yang ada di setiap faskes.

BACA JUGA:  Asik, Museum Lampung Direnovasi

Tiara Savitri, pendiri YLI juga menyampaikan motivasinya. ia telah menjadi survivor Lupus sejak 1987 dan pernah dirawat selama 1 tahun di rumah sakit.

Namun kini ia mengaku sangat bugar bahkan telah berhasil mendaki beberapa puncak gunung tertinggi di dunia.

Ketua KOL, Merli Susanti menyampaikan apresiasinya kepada KADIN Lampung Peduli yang telah memberikan kepedulian kepada para Odapus lewat support penuhnya untuk penyelenggaraan seminar ini.

Ia juga berharap agar KOL bisa menjadi jembatan untuk pihak-pihak terkait agar bisa memberikan dukungan dan perhatian baik dari segi pelayanan medis, cek laboratorium dan obat-obatan.(s2/fb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here