Beranda Regioan Bandar Lampung Pedagang Pinggiran di Bandarlampung Harus Tutup Jam 10 Malam. Melanggar? Bakal Didenda...

Pedagang Pinggiran di Bandarlampung Harus Tutup Jam 10 Malam. Melanggar? Bakal Didenda Rp1 Juta – Rp5 Juta

1656
0

BANDARLAMPUNG- Para pedagang pinggir jalan di Bandarlampung harus tutup usaha jam 22.00 WIB. Aturan ini akan mulai diberlakukan sejak 28 Januari mendatang hingga waktu yang belum ditentukan.

Ketentuan jam operasional para pelaku usaha, khususnya pedagang baik pinggiran maupun modern diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Bandarlampung bernomor 440/133/IV.06/2021 tentang pembatasan jam operasional kegiatan usaha.

Dalam surat itu, Wali Kota Bandarlampung, Herman HN mengancam akan memberikan sanksi baik pidana maupun denda bagi yang melanggar.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengendalian Covid-19, sanksi yang diberikan bagi perorangan maksimal Rp1 juta, dan bagi penanggung jawab usaha didenda maksimal Rp5 juta.

“Jam operasional pusat perbelanjaan, pasar swalayan, toko modern sampai dengan jam 19.00 WIB dan jam operasional restoran, cafe/karaoke, diskotik, pub, panti pijat, billiard, pedagang pinggir jalan dan hiburan lainnya sampai dengan jam 22.00 WIB,” ungkap Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, Senin (25/1/21).

Ia mengatakan bahwa aturan ini dibuat untuk menekan penularan covid-19 sekaligus menindaklanjuti hasil rapat bersama Gubernur Lampung beberapa waktu yang lalu.

“Apabila kegiatan operasional melanggar aturan tersebut maka akan dikenakan sanksi pidana kurungan dan denda sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk menegakkan aturan ini, Pemkot Bandarlampung menggandeng Jaksa dan hakim untuk melakukan pengawasan ketat sekaligus melakukan sidang ditempat. (sen)