Beranda DPRD Lampung Reses di Gajah Mati Karang Anyar, Garinca Reza Pahlevi Serap Aspirasi Warga

Reses di Gajah Mati Karang Anyar, Garinca Reza Pahlevi Serap Aspirasi Warga

571
0

LAMPUNG – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai NasDem Garinca Reza Pahlevi melaksanakan Reses Tahap III Zona Ke enam di Gajah Mati Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Sabtu (11/9/2021)

“Reses ini mendengarkan aspirasi rakyat, untuk diperjuangkan ke Pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Garinca Pahlevi menjelaskan pengertian reses kepada warga yang hadir dalam acara serap asiprasi tersebut.

Warga Karang Anyar Efendi mengenalkan diri bekerja sebagai seorang nelayan tradisional. Dia menyebutkan kendala nelayan kecil adalah minimnya modal.

Menurut dia, kelompok nelayannya pernah menerima bantuan pemerintah berupa perlengkapan dan peralatan nelayan.Tapi bantuan yang diberikan pemerintah, katanya, kurang sesuai ekspektasi kelompok nelayannya.

Nelayan ini meminta legislator agar mengingatkan pemerintah, sebelum bantuan diberikan, pemerintah melakukan survei lapangan sehingga bantuan yang diberikan sesuai kepentingan nelayan.

Sementara Misno, petani tambak ikan air tawar mengemukakan, yang dialami petani tambak, yakni bibit ikan sulit didapat dan pakan ikan yang mahal. Untuk menyiasati pakan mahal, dirinya membuat pakan sendiri.

“Kendala kami petani tambak ikan patin, terutama pakan dan bibit. Pakan kami bikin sendiri,” ujarnya.

Selanjut terdapat usulan agar di permukiman sekitar rumah dibuatkan siring atau saluran air. “Kalau hujan, depan rumah saya banjir, jadi Pak Reza minta tolong dibuatkan siring biar tidak banjir,” pintanya.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, terkait bantuan nelayan, Garinca mengatakan akan mengingatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung supaya penganggaran nelayan menyesuaikan kebutuhan nelayan yang sebenarnya.

“Nanti saya sampaikan, ketika ada rapat dengan Dinas Kelautan dan Perikanan,” katanya dalam reses yang menerapkan protokol kesehatan ini.

Begitu juga aspirasi soal pakan ikan yang mahal, dia pun akan menyampaikan ke Dinas Kelautan agar bisa ditanggulangi, sehingga harganya terjangkau bagi petani ikan. “Persoalan bibit ikan akan saya perjuangkan,” ujarnya. (*)